Loading...

Anies Hapus Gaji Ke-13 Dan 14 PNS Jakarta, Lebih Manusiawi Ketimbang Potong Gaji 50 Persen

Loading...
Anies Hapus Gaji Ke-13 Dan 14 PNS Jakarta, Lebih Manusiawi Ketimbang Potong Gaji 50 Persen - Hallo sahabat infokini DK, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Anies Hapus Gaji Ke-13 Dan 14 PNS Jakarta, Lebih Manusiawi Ketimbang Potong Gaji 50 Persen, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Anies Hapus Gaji Ke-13 Dan 14 PNS Jakarta, Lebih Manusiawi Ketimbang Potong Gaji 50 Persen
link : Anies Hapus Gaji Ke-13 Dan 14 PNS Jakarta, Lebih Manusiawi Ketimbang Potong Gaji 50 Persen

Baca juga


Anies Hapus Gaji Ke-13 Dan 14 PNS Jakarta, Lebih Manusiawi Ketimbang Potong Gaji 50 Persen

Pemerintah provinsi atau Pemprov DKI Jakarta menghapus anggaran gaji ke-13 dan 14 untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini tertuang dalam usulan rasionalisasi anggaran DKI selama pandemi Covid-19 yang dirapatkan dengan anggota dewan hari ini.

“Gaji ke-13 dan 14 sudah tidak ada juga selama Covid-19 ini,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi saat dihubungi, Selasa, (5/5/2020).

Anggaran ini masuk dalam pos anggaran belanja pegawai. Dengan skenario rasionalisasi, maka belanja pegawai tahun ini diusulkan dipangkas Rp 5,57 triliun menjadi Rp 15,97 triliun. Pemerintah DKI mencatat realisasi belanja pegawai sampai 14 April hanya Rp 4,72 triliun.

Rasionalisasi tersebut meliputi pengurangan 50 persen tunjangan kerja daerah (TKD) dan upah pungut insentif pajak. Selanjutnya, menghilangkan anggaran transportasi pejabat, gaji ke-13 dan 14, serta tunjangan peningkatan penghasilan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Suhaimi mengatakan, peniadaan gaji ke-13 dan 14 juga berlaku untuk anggota dewan. “Pasti kena,” ucap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Pemerintah DKI memproyeksikan kas daerah bakal menurun akibat pandemi Covid-19. Perkiraannya adalah pendapatan tahun ini berkurang 53,65 persen menjadi Rp 47,18 triliun. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2020 ditetapkan pendapatan bisa mencapai Rp 87,95 triliun.

Usulan Ganjar
Penotongan gaji ke-13 untuk PNS lebih manusiawi ketimbang usulan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memotong gaji PNS golongan III ke atas dipotong 50 persen untuk membantu penanganan corona.

Usulan pemotongan gaji PNS 50 persen itu diusulkan Ganjar kepada Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) 2020, Kamis (30/4). “Saya usul seluruh pendapatan kita besok dipotong 50 persen pak,” katanya.

Menurut Ganjar, pemulihan ekonomi karena corona belum akan terjadi dalam waktu dekat. Bahkan tahun depan pun perekonomian masih sulit diprediksi. Dengan pemotongan pendapatan PNS, anggarannya bisa dialokasikan bagi masyarakat yang kena dampak corona. Dengan begitu, rasa peduli pemerintah terhadap rakyatnya bisa ditunjukkan.
Loading...


Demikianlah Artikel Anies Hapus Gaji Ke-13 Dan 14 PNS Jakarta, Lebih Manusiawi Ketimbang Potong Gaji 50 Persen

Sekianlah artikel Anies Hapus Gaji Ke-13 Dan 14 PNS Jakarta, Lebih Manusiawi Ketimbang Potong Gaji 50 Persen kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Anies Hapus Gaji Ke-13 Dan 14 PNS Jakarta, Lebih Manusiawi Ketimbang Potong Gaji 50 Persen dengan alamat link https://www.infokini.xyz/2020/05/anies-hapus-gaji-ke-13-dan-14-pns.html

0 Response to "Anies Hapus Gaji Ke-13 Dan 14 PNS Jakarta, Lebih Manusiawi Ketimbang Potong Gaji 50 Persen"

Posting Komentar

Loading...