Jangan Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya,”.

Loading...
Jangan Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya,”. - Hallo sahabat infokini DK, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Jangan Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya,”., kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Jangan Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya,”.
link : Jangan Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya,”.

Baca juga


Jangan Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya,”.

Punya 2 anak saja, susah ngaturnya, keinginannya beda….

Suka rebutan…., pada cemburuan….

Kalau anda mau membatasi punya 1 atau 2 anak saja, karena hal tersebut. SALAH!

Perhatikan 4 hal ini, saat banyak anak Anda bukannya susah tapi malah bahagia…

Punya anak banyak katanya banyak rezeki, meski ada juga yang beranggapan “dua anak cukup”. Keputusan mau punya anak berapa memang sepenuhnya ada di tangan masing-masing pasutri.

Harta saja jika tidak cukup menjadi bekal perjalanan sejati jika tidak terlebih dulu dikonversikan menjadi amal shalih.

Begitupun dengan ilmu yang bermanfaat. Jika kemudian amal shalih, dan ilmu yang bermanfaat kemudian dilengkapi dengan anugerah anak shalih yang banyak, Insyaa Allah, semoga mencukupi bekal untuk masuk ke SyurgaNya.

Sebab, anak punya perjalanan seumur hidupnya untuk menjadi shalih. Sehingga kapanpun ia shalih dan mendo’akan orang tuanya yang sudah berpulang, tentu saja dapat mengalirkan pahala yang tak putus untuk kedua orang tuanya.

Semakin banyak anak yang berusaha menjadikan dirinya shalih, semakin banyak peluang orangtua untuk mendekat ke Syurga hingga kelak berkumpul bersama anak-anaknya.

Jangan takut hidup susah karena punya banyak anak,” . Sebab rezeki anak itu bukan di tangan orangtuanya. “Allah sudah atur sedemikian indahnya! Bahkan cacing saja yang di dalam tanah, masih bisa hidup.”

Kebanyakan orangtua terlalu sombong merasa bahwa hidup anak bergantung di pundaknya. Seolah mereka akan mati kelaparan jika tidak ada nafkah darinya.

Sekalipun menghalalkan segala cara dengan dalil menyenangkan keluarga. Padahal semua itu hanya perantara rezeki Allah bisa sampai pada keluarganya.

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)

Bahkan kepada hewan dan burung-burung saja Allah sudah tentukan rezekinya.

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”(QS. Hud: 6).

Tugas kita adalah memilih dan memilah jalan baik yang mana untuk menjemputkan rezeki halal bagi keluarganya.

ISLAM MENGANJURKAN/MENGGEMARKAN MEMPUNYAI ANAK.

Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” [Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik]

Kelengkapan takhrij dua hadits di atas terdapat di kitab besar kami Riyadlul Jannah (no. 172 dan 173).

ISLAM MENGANJURKAN UMATNYA UNTUK MEMPUNYAI BANYAK ANAK
Diantara dalil-dalilnya ialah dua hadits yang telah lalu di fasal 1 dari hadits Ma’qil bin Yasar dan hadts Anas bin Malik kemudian hadits yang sangat terkenal di bawah ini yaitu do’a Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Anas bin Malik.

اَللَّهُمَّ أَكْشِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَهُ

Ya Allah! Banyakanlah hartanya dan (banyakanlah) anaknya dan berkahilah apa yang engkau telah berikan kepadanya” [Hadits shahih riwayat Bukhari (7/152, 154, 161, 162 dan Muslim 2/128]

Dalam riwayat yang lain yang juga dikeluarkan oleh Imam Bukhari di kitabnya yang lain di luar kitab Shahih-nya yaitu di kitabnya Adabul Mufrad (no. 653), Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akannya.

اَللَّهُمَّ أَكْشِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَأَ طِل حَيَاتَهُ وَا غْفِرْلَهُ

“Ya Allah ! Banyakanlah hartanya dan anaknya, dan panjangkanlah umurnya dan ampunkanlah ia” [Derajad hadits ini Hasan]

Dari hadits yang mulia ini kita mengetahui bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencintai umatnya mempunyai banyak anak.

Dengan demikian, maka Islam menganjurkan umatnya mempunyai banyak anak dengan maksud dan tujuan yang suci mengikuti ‘Syari’at Rabbul ‘Alamin di antaranya yang terpenting adalah memperbanyak umat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana beliau tegaskan (lihat haditsnya di fasal pertama).

Keadaan yang demikian membuat orang-orang kuffar ketakutan dan cemas akan banyaknya kaum muslimin. Akhirnya merekapun menakut-nakuti kaum muslimin dam membuat berbagai macam program dalam rangka membatasi kelahiran di negeri-negeri Islam yang pemimpinnya dan para pejabatnya jauh dari nur Islam.

Ambil misal, di negeri kita ini –negeri Islam- di masa orde baru rezim Soeharto mencekoki kaum muslimin dengan berbagai macam program KB (Keluarga Berencana) membatasi kelahiran.
“Cukup anak dua saja!”

Laki-laki perempuan sama saja!?”
Inilah salah satu dari sekian banyak kebodohan Soeharto yang akibatnya dia rasakan sendiri rakyat hidup miskin akibat krisis moneter yang berkepanjangan.

Katanya KB itu menjanjikan hidup sejahtera dan sentosa dan lain-lain dari janji-janji muluk. Apa kata orang-orang kuffar kepada kaum muslimin, “Kalau kami mempunyai banyak anak niscaya kamu akan jatuh miskin dan bangkrut karena akan kerepotan dalam mengurusnya dan banyak keluar biaya dan lain-lain kesusahan.

Lebih dari itu bumi akan sesak dan perbendaharaannya akan habis dan punah? Dimana kita akan bertempat tinggal dan apa yang akan kita makan!?”
Kita jawab :

Pertama : Adapun tidak mau mempunyai anak karena miskin atau takut miskin dan yang berhubungan dengannya dari masalah-masalah pengurusan dan biaya telah kami jawab di fasal kedu.
Kedua : Adapun keyakinan tentang melonjaknya jumlah penduduk yang akan membuat bumi ini sesak dan habis perbendaharaannya adalah keyakinan yang batil dan sesat menyesatkan. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

“Dan bagi kamu di bumi tempat menetap dan rizki sampai waktu yang telah ditentukan (yakn hari kiamat)” [Al-Baqarah/2 : 36]

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا

“Dialah Allah yang menciptakan untuk kamu segala sesuatu di bumi ini semuanya’ [Al-Baqarah/2 : 29]

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

“Allah berfirman : Di bumi kamu hidup dan di bumi kamu mati dan dari bumi itu (juga) kamu akan dibangkitkan” [Al-A’raaf/7 : 25]

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا ﴿٢٥﴾ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi (tempat) berkumpul (yang cukup). Untuk orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati”[Al-Mursalat/77 : 25-26]
Dari ayat-ayat di atas kita mengetahui:

Sumber ; detik .com
Loading...


Demikianlah Artikel Jangan Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya,”.

Sekianlah artikel Jangan Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya,”. kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Jangan Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya,”. dengan alamat link https://www.infokini.xyz/2020/07/jangan-takut-punya-banyak-anak-kalau.html

0 Response to "Jangan Takut Punya Banyak Anak, Kalau Bisa Malah Punya Anak Sebanyak-Banyaknya,”."

Posting Komentar

Loading...