Loading...

Penularan C0v1d-19 saat Jual-Beli Kian Menggila, Polisi Gaet 'Preman Pasar' Tindak Warga Bandel

Loading...
Penularan C0v1d-19 saat Jual-Beli Kian Menggila, Polisi Gaet 'Preman Pasar' Tindak Warga Bandel - Hallo sahabat infokini DK, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Penularan C0v1d-19 saat Jual-Beli Kian Menggila, Polisi Gaet 'Preman Pasar' Tindak Warga Bandel, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Penularan C0v1d-19 saat Jual-Beli Kian Menggila, Polisi Gaet 'Preman Pasar' Tindak Warga Bandel
link : Penularan C0v1d-19 saat Jual-Beli Kian Menggila, Polisi Gaet 'Preman Pasar' Tindak Warga Bandel

Baca juga


Penularan C0v1d-19 saat Jual-Beli Kian Menggila, Polisi Gaet 'Preman Pasar' Tindak Warga Bandel

Masih banyaknya masyarakat yang tak mematuhi anjuran untuk menerapkan protokol kesehatan, membuat kasus positif Covid-19 semakin tak terkendali.

Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Gatot Eddy Pramono mengajak semua warga Indonesia patuh dalam menjalankan protokol kesehatan sehingga kasus positif Covid-19 tidak semakin bertambah.

Dia mengatakan akan menggunakan jeger atau preman di pasar agar pembeli patuh menjalankan protokol kesehatan, karena selama ini banyak ditemukan kasus positif di pasar karena mereka selalu abai menjalankan anjuran pemerintah sehingga membuat pasar menjadi klaster baru Covid-19.

Menurut Pakar Hukum Pidana Dr. Azmi Syahputra, S.H., M.H. (Dosen Sosiolog Hukum dan Kriminologi) keterlibatan jeger di pasar dalam menerapkan protokol kesehatan jangan dianggap negatif.

Setiap komunitas pasti ada tokoh-tokoh yang dipandang dan selalu dipatuhi, seperti halnya di pasar ada jeger hal ini diharapkan akan efektif dalam menerapkan protokol kesehatan yaitu 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sesering mungkin.

Dengan adanya tokoh tanpa harus ada ancaman atau sanksi jika tokoh terpandang di komunitas melakukan suatu hal, sikapnya akan dicontoh oleh orang lain.

“Dalam sosiologi, ini dapat terjadi karena ada relasi patron dan client, relasi saling tergantung atau dalam pendekatan lain karena rasa in group dan out group, jika tidak mengikuti tokoh seperti bukan bagian dari group,” ujarnya.

“Kalau di pasar ada jeger, di komunitas lain ada tokoh lain. Jadi bukan preman tetapi siapa saja yang berpengaruh di lingkungannya agar anjuran ajakan mematuhi protokol Covid-19 menjadi lebih efektif, karena ancaman Covid-19 itu nyata,” lanjutnya.

Masih banyaknya masyarakat yang tak mematuhi anjuran untuk menerapkan protokol kesehatan, membuat kasus positif Covid-19 semakin tak terkendali.

Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Gatot Eddy Pramono mengajak semua warga Indonesia patuh dalam menjalankan protokol kesehatan sehingga kasus positif Covid-19 tidak semakin bertambah.

Dia mengatakan akan menggunakan jeger atau preman di pasar agar pembeli patuh menjalankan protokol kesehatan, karena selama ini banyak ditemukan kasus positif di pasar karena mereka selalu abai menjalankan anjuran pemerintah sehingga membuat pasar menjadi klaster baru Covid-19.

Menurut Pakar Hukum Pidana Dr. Azmi Syahputra, S.H., M.H. (Dosen Sosiolog Hukum dan Kriminologi) keterlibatan jeger di pasar dalam menerapkan protokol kesehatan jangan dianggap negatif.

Setiap komunitas pasti ada tokoh-tokoh yang dipandang dan selalu dipatuhi, seperti halnya di pasar ada jeger hal ini diharapkan akan efektif dalam menerapkan protokol kesehatan yaitu 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sesering mungkin.

Dengan adanya tokoh tanpa harus ada ancaman atau sanksi jika tokoh terpandang di komunitas melakukan suatu hal, sikapnya akan dicontoh oleh orang lain.

“Dalam sosiologi, ini dapat terjadi karena ada relasi patron dan client, relasi saling tergantung atau dalam pendekatan lain karena rasa in group dan out group, jika tidak mengikuti tokoh seperti bukan bagian dari group,” ujarnya.

“Kalau di pasar ada jeger, di komunitas lain ada tokoh lain. Jadi bukan preman tetapi siapa saja yang berpengaruh di lingkungannya agar anjuran ajakan mematuhi protokol Covid-19 menjadi lebih efektif, karena ancaman Covid-19 itu nyata,” lanjutnya.
Loading...


Demikianlah Artikel Penularan C0v1d-19 saat Jual-Beli Kian Menggila, Polisi Gaet 'Preman Pasar' Tindak Warga Bandel

Sekianlah artikel Penularan C0v1d-19 saat Jual-Beli Kian Menggila, Polisi Gaet 'Preman Pasar' Tindak Warga Bandel kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Penularan C0v1d-19 saat Jual-Beli Kian Menggila, Polisi Gaet 'Preman Pasar' Tindak Warga Bandel dengan alamat link https://www.infokini.xyz/2020/09/penularan-c0v1d-19-saat-jual-beli-kian_16.html

0 Response to "Penularan C0v1d-19 saat Jual-Beli Kian Menggila, Polisi Gaet 'Preman Pasar' Tindak Warga Bandel"

Posting Komentar

Loading...