Subhanallah, Astronot Muslim Tetap Shalat Meski di Bulan, Mengaku Mendengar Azan di Stasiun Luar Angkasa

Loading...
Subhanallah, Astronot Muslim Tetap Shalat Meski di Bulan, Mengaku Mendengar Azan di Stasiun Luar Angkasa - Hallo sahabat infokini DK, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Subhanallah, Astronot Muslim Tetap Shalat Meski di Bulan, Mengaku Mendengar Azan di Stasiun Luar Angkasa, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Subhanallah, Astronot Muslim Tetap Shalat Meski di Bulan, Mengaku Mendengar Azan di Stasiun Luar Angkasa
link : Subhanallah, Astronot Muslim Tetap Shalat Meski di Bulan, Mengaku Mendengar Azan di Stasiun Luar Angkasa

Baca juga


Subhanallah, Astronot Muslim Tetap Shalat Meski di Bulan, Mengaku Mendengar Azan di Stasiun Luar Angkasa


Umat muslim saat di berbagai tempat di muka bumi ini memang sudah terbiasa terdengar.

Tapi tentang orang shalat di luar angkasa, ini mungkin hal yang baru. Lalu bagaimana cara shalat di luar angkasa?

Bagi umat muslim menunaikan ibadah shalat adalah suatu kewajiban yang harus di jalankan, dimanapun dan kapanpun.

Bahkan ketika melakukan perjalanan panjang seseorang harus menyempatkan diri untuk melakukan shalat wajib.

Hal inilah yang menjadi dasar Sheikh Muszaphar Shukor, seorang astronot muslim asal Malaysia yang disebutkan adalah orang pertama yang melakukan shalat di bulan.

Dilansir melalui Wired, Shukor mungkin bukanlah seorang muslim pertama yang terbang ke bulan, namun ibadahnya ketika menjalankan misi adalah pertama kalinya.

Shukor tercatat sebagai seorang awak misi ke-16, tahun 2007 untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Sebelum keberangkatan dirinya, sempat terjadi polemik mengenai arah kiblat yang menjadi panduannya untuk beribadah.

Shukor disebutkan adalah seorang muslim yang taat, sebelum menjalankan misi ia mempunyai masalah bagaimana ia akan menentukan arah ke Mekkah sebagai acuan ketika dirinya shalat.

Bahkan ketika misinya ke ruang angkasa tersebut dilakukan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, akhirnya ISS (International Space Station) mengorbit 220 mil di atas permukaan Bumi.

Dalam sebuah wawancara Shukor juga menegaskan "Sebagai seorang Muslim, saya berharap untuk melakukan tanggung jawab saya".

Dalam misinya tersebut ia juga mendapat tantangan pertama sebagai seorang muslim untuk mengamati Ramadhan dari luar angkasa selama 10 hari.

Setelah polemik yang disebutkan Shukor tersebut, Malaysia mengumpulkan 150 ulama dan ilmuwan saat itu dan menghasilkan buku berjudul 'Pedoman untuk Melakukan Ritual Islam di Stasiun Luar Angkasa Internasional'.

Dewan Fatwa Nasional Malaysia menyebutkan jika astronot tidak akan perlu berlutut ketika sholat dan berdoa, hal ini akibat jika ketiadaan gravitasi.

Selain itu di luar angkasa juga tidak akan ditemuai air karenanya tidak diperlukan wudhu sebelum melaksanakan shalat.

Setelah keberangkatan Shukor ke ruang angkasa rekaman yang menunjukkan dirinya tengah melakukan shalat beredar dan, luar biasa dia tercatat sebagai muslim ke sembilan yang pergi ke luar angkasa.

Namun, kisahnya menunaikan shalat di luar angkasa adalah pertama kalinya.

Bahkan sebuah rekaman juga menunjukan ia mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri waktu itu.

"Setiap orang yang pergi ke luar angkasa merasakan keajaiban. Selama perjalanan saya di ruang yang mengambil tempat di kudus bulan Ramadhan , saya mendengar adzan di Stasiun Luar Angkasa,"kata Shukor dikutip dari Anatolia.

"Sebagai awak pesawat ruang angkasa sebelum diluncurkan dari Kazakhstan, saya mempertimbangkan waktu setempat di Kazakhstan. Saya berdoa lima kali dalam sehari dengan mempertimbangkan waktu di Kazakhstan." Tambahnya. 

Loading...


Demikianlah Artikel Subhanallah, Astronot Muslim Tetap Shalat Meski di Bulan, Mengaku Mendengar Azan di Stasiun Luar Angkasa

Sekianlah artikel Subhanallah, Astronot Muslim Tetap Shalat Meski di Bulan, Mengaku Mendengar Azan di Stasiun Luar Angkasa kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Subhanallah, Astronot Muslim Tetap Shalat Meski di Bulan, Mengaku Mendengar Azan di Stasiun Luar Angkasa dengan alamat link https://www.infokini.xyz/2020/09/subhanallah-astronot-muslim-tetap.html

0 Response to "Subhanallah, Astronot Muslim Tetap Shalat Meski di Bulan, Mengaku Mendengar Azan di Stasiun Luar Angkasa"

Posting Komentar

Loading...